Petani di Tabanan Terpaksa Beli Pupuk Sendiri - Beritatabanan.com

News

Jatah Pupuk Subsidi Berkurang

Petani di Tabanan Terpaksa Beli Pupuk Sendiri

Senin, 26 Juli 2021 | 09:50 WITA
Petani di Tabanan Terpaksa Beli Pupuk Sendiri

beritabali/ist/Kabid Sarana dan Prasarana Produksi, I Gusti Putu Wiadnyana.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritatabanan.com, Tabanan.
Meski memiliki jargon lumbung padi Bali, petani Tabanan tak putus ditimpa kemalangan.  Selain harga jual padi yang kerap dimainkan tengkulak, kini petani harus menerima jatah pupuk subsidi pemerintah dipotong. 
Jika sebelumnya Petani bisa mendapatkan jatah 2 kilogram pupuk jenis urea untuk satu are, kini bisa hanya 1 kilogram. Karena kekurangan pupuk, petani terpaksa membeli pupuk non subsidi untuk menutupi kekurangan meski harganya sangat mahal.
Kabid Sarana dan Prasarana Produksi, I Gusti Putu Wiadnyana menjelaskan, pihaknya menyusun elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) pupuk  bersubsidi  berdasarkan kebutuhan setiap kecamatan. Namun, pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian memiliki sistem yang berbeda untuk jumlah kebutuhan pupuk di setiap kecamatan.
“Rekomendasi pupuk bersubsidi yang diturunkan pemerintah  berbeda-beda setiap kecamatan berdasarkan hasil penelitian kebutuhan  yang dibutuhkan,” jelasnya, Minggu (25/7).
Dicontohkan, untuk kebutuhan pupuk di Kecamatan penebel, berbeda dengan di Pupuan atau Selemadeg Barat. Begitu juga dengan kecamatan lain sesuai rekomendasi dari pusat. 
Halaman :

TAGS : Petani Tabanan Petani Departemen Pertanian E-RDKK Pupuk


Beritajembrana.com - Media Online Jembrana Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Jembrana, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya