search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Bupati Tabanan Resmikan Upacara Ngaben Bersama Perdana di Krematorium Jayaning Singasana
Jumat, 28 Februari 2025, 19:18 WITA Follow
image

Bupati Tabanan Resmikan Upacara Ngaben Bersama Perdana di Krematorium Jayaning Singasana

IKUTI BERITATABANAN.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITATABANAN.COM, TABANAN.

Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi, seni, adat istiadat, dan budaya melalui pembangunan krematorium yang diinisiasi oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Desa Adat Kota Tabanan.

Upacara Ngaben Bersama perdana di Krematorium Jayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, berlangsung pada Kamis (27/2) dan dihadiri langsung oleh Bupati Sanjaya beserta Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga.

Upacara ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dalam meringankan pelaksanaan upacara yadnya bagi masyarakat.

Dalam rangkaian acara nunas tirta pengulapan dan ngeringkes, turut hadir Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta beberapa anggota, Sekda, serta pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengapresiasi peran Bendesa dan Krama Adat Kota Tabanan dalam penyelenggaraan upacara yadnya yang pertama kali diadakan di krematorium ini.

“Luar biasa, ini perdana, tetapi antusiasme masyarakat sangat tinggi. Saya yakin ke depan bisa diikuti oleh lebih banyak peserta,” ungkap Sanjaya.Upacara Pitra Yadnya ini diikuti oleh 357 sawa dengan rincian:

  • Ngaben dan Ngerorasin: 171 peserta

  • Ngelangkir/Ngelungah: 62 peserta

  • Warak Kruron: 118 peserta

Peserta berasal dari Krama Desa Adat Kota Tabanan serta masyarakat dari luar desa adat. Sanjaya menekankan pentingnya gotong-royong dalam melaksanakan upacara yadnya, sejalan dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Baca juga:
Upacara Tawur Nawa Gempang di Tabanan: Menjaga Keseimbangan Alam dan Tradisi Bali

Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suardika, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan Bupati dan jajaran dalam pembangunan krematorium ini. “Ini adalah program desa adat yang bersinergi dengan program Bapak Bupati. Kami sangat bersyukur krematorium ini akhirnya terwujud dan dapat meringankan beban warga,” ujar Suardika.

Dalam laporannya, Suardika juga menyebutkan biaya partisipasi untuk berbagai rangkaian upacara:

  • Ngaben: Rp 1.500.000 per sawa

  • Ngerorasin: Rp 750.000 per sawa

  • Ngelangkir: Rp 500.000 per sawa

  • Ngelungah: Rp 500.000 per sawa

  • Warak Kruron: Rp 500.000 per sawa

Upacara ini dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ananda Prateka Dukuh Prabu dari Griya Pangkung Prabu dan Ida Pedanda Gede Putu Oka Mas dari Griya Tengan Dangin Carik.

Editor: Aka Kresia

Reporter: Humas Tabanan



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritatabanan.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Tabanan.
Ikuti kami